Bapas Banjarmasin Laksanakan Restorative Justice pada Anak Berhadapan Hukum

Banjarmasin (18/04), maraknya kriminalitas yang terjadi selama bulan Ramadhan tahun 2022 ini membuat petugas dari Bapas Banjarmasin sibuk melakukan pendampingan terhadap berbagai kasus tindak pidana yang dilakukan oleh anak-anak yang berhadapan dengan hukum (ABH). Seperti yang terjadi pada hari ini, Senin 18 April 2022 sekitar pukul 10.00 Wita Bapas Banjarmasin melalui Pembimbing Kemasyarakatan telah berhasil melaksanakan amanat Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) Pasal 5 Ayat (1) dan Ayat (3) perihal wajib diupayakanya Diversi pada setiap tingkatan.

ABH yang disangka telah melakukan tindak pidana pencurian pada Senin pagi hari tanggal 07 Maret 2022 dikenakan Pasal 362 KUHP tentang Pencurian saat ini berusia 17 tahun sehingga dalam proses peradilan pidananya wajib didampingi oleh Pembimbing Kemasyarakatan dari Balai Pemasyarakatan Kelas I Banjarmasin. Kasus pencurian ini telah ditangani oleh Kepolisian Sektor Banjarmasin Timur karena terjadi di daerah Banua Anyar, Banjarmasin Timur. Korban bernama Latifah telah kehilangan 1 buah unit kendaraan roda dua merk Honda Beat warna hitam di pekarangan rumahnya yang tidak berpagar. Saat itu kunci motor korban tergantung di kendaraan dan ABH yang melihat kesempatan untuk mengambilnya tidak kesulitan melakukan aksinya hingga akhirnya korban menyadari telah kehilangan benda berharganya dan melapor pada Polsek Banjarmasin Timur.

Pada proses peradilan pidana anak ini, Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Banjarmasin telah melakukan pendampingan terhadap ABH sejak dilakukannya BAP dan pembuatan Penelitian Kemasyarakatan. ABH yang dituntut pidana penjara maksimal 5 tahun dan merupakan tindak pidana pertama yang dilakukannya, maka Pembimbing kemasyarakatan mengupayakan Diversi atau penyelesaian perkara diluar pidana terhadap ABH untuk memberikan kepentingan terbaik bagi anak. Diversi dimulai sejak tahap penyidikan dan berhasil dilakukan pada tahap pelimpahan perkara di Kejaksaan Negeri Banjarmasin.

Korban mau memaafkan dan berdamai dengan korban setelah dilakukan pendampingan oleh PK Bapas Banjarmasin dan Kejaksaan Negeri Banjarmasin dengan pengembalikan unit kendaraan roda dua milik korban secara utuh dan korban tidak menuntut hal lainnya. Korban berharap ini menjadi pelajaran berharga bagi ABH untuk tidak melakukan pelanggaran hukum lagi nantinya. Putusan ini menjadi yang terbaik bagi ABH yang masih bersekolah sehingga tidak putus pendidikannya dan kedua orang tua ABH siap untuk melakukan pembimbingan maupun pengawasan lebih terhadap anaknya.
Sumber: https://kumparan.com/adetjarwo/bapas-banjarmasin-laksanakan-restorative-justice-pada-anak-berhadapan-hukum-1xuDAxyS5n0/full

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram