Kemenkum HAM Bicara Lapas Over Penghuni, Contohnya Rutan Cipinang yang Disesaki 4.916 Orang Padahal Kapasitasnya 1.136

JAKARTA – Direktur Keamanan dan Ketertiban Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM) Abdul Aris menyebutkan banyak lembaga permasyarakatan (lapas) besar di Indonesia mengalami kelebihan penghuni hingga lebih dari tiga kali lipat.

“Rutan Cipinang isinya sekarang 4.916, padahal kapasitasnya 1.136; Lapas Cipinang kapasitas 880 isi 3.255; Rutan Kelas 1 Jakarta Pusat kapasitas 1.500 isi 3.234,” kata Abdul dalam webinar “Penyiksaan Seksual Tindak Pidana dalam UU TPKS” dilansir ANTARA, Senin, 27 Juni.

Dari seluruh narapidana dan tahanan sejumlah 277.672 orang, katanya, tercatat ada 11.389 narapidana perempuan dan 2.475 tahanan perempuan. Kebanyakan dari narapidana dan tahanan tersebut terlibat dalam kasus narkotika dan pidana umum, tambahnya.

Sementara itu, terkait gangguan keamanan dan ketertiban di lapas pada Januari-Juli 2022, lanjutnya, paling banyak disebabkan oleh penyelundupan narkoba, pelarian, dan pelemparan barang ke dalam lapas.

Karena itu, Ditjen Pemasyarakatan Kemenkum HAM berupaya mengatasi berbagai permasalahan keamanan dan ketertiban tersebut melalui tiga cara, yaitu deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan ketertiban, memberantas peredaran gelap narkotika, dan menciptakan sinergisme dengan aparat penegak hukum.

“Bapak Dirjen Pemasyarakatan (Reynhard Saut Poltak Silitonga) mempunyai metode di dalam penanganan kasus-kasus tersebut melalui kunci pemasyarakatan maju,” ungkapnya.

Deteksi dini terhadap gangguan keamanan tersebut dilakukan di semua lini lembaga pemasyarakatan, katanya.

“Dari penjagaan, dari penempatan orang, dari kemungkinan-kemungkinan terjadinya gangguan keamanan ketertiban,” tambahnya.

Sumber: https://voi.id/berita/183809/kemenkum-ham-bicara-lapas-over-penghuni-contohnya-rutan-cipinang-yang-disesaki-4-916-orang-padahal-kapasitasnya-1-136

Bagikan:

WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn
Telegram